Kemenhub Resmikan Dermaga IV Penyebrangan Merak-Bakauheni

Senin | 12 Oktober 2020 | 23:03:49 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,-Cilegon - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan dermaga IV Merak dan Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dermaga baru tersebut senilai Rp 379 miliar, sebagai penunjang lintas penyebrangan antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Dalam sambutan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, menyampaikan pembangunan dermaga IV Merak dan Bakauheni merupakan peningkatan dari dermaga yang sudah ada sebelumnya. Dengan peningkatan yang telah dilakukan, kini dermaga IV dapat melayani kapal-kapal penyeberangan dengan kapasitas 6.000-10.000 GRT.

"Kesiapan dermaga IV untuk beroperasi merupakan solusi agar kegiatan mobilisasi barang maupun manusia antara Pulau Jawa dan Sumatera berjalan lancar," kata Dirjen Hubdar, Kemenhub, Budi Setiyadi saat memberikan sambutan di acara peresmian dermaga IV Merak dan Bakauheni, Kota Cilegon, Senin, (12/10/20).

Dikatakan Budi, bahwa pelabuhan memiliki peran vital dalam perekonomian nasional dan daerah, yakni untuk menjamin kelancaran, keamanan, ketertiban dan keselamatan berlayar, maka pemeliharaan fasilitas pelabuhan mutlak dilaksanakan.

"Hal ini juga harus menjadi perhatian ASDP selaku operator pelabuhan bahwa pemeriksaan fasilitas pelabuhan secara rutin merupakan tools untuk dapat melaksanakan langkah tindak lanjut dalam melaksanakan pemeliharaan berkala. Dengan langkah ini diharapkan tidak akan terjadi kerusakan yang bersifat mayor dan gagal fungsi pada fasilitas pelabuhan," katanya.

Budi menerangkan, selain terjaminnya keselamatan pelayaran tantangan, para pihak adalah peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa terkait dengan kepastian waktu dan pemenuhan standar pelayanan minimal.

"Dengan bertambahnya dermaga akan bertambah pula frekuensi keberangkatan maupun kedatangan kapal setiap harinya. Kita ketahui, terdapat keterbatasan alur keluar/masuk khususnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Kondisi ini harus diantisipasi dengan pola operasi dan pengaturan jadwal yang optimal serta peningkatan kinerja angkutan penyeberangan," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan, dalam menunjang konsep Poros Maritim dan memenuhi tuntutan kebutuhan angkutan penyeberangan yang andal dan memadai. Maka ASDP melakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas dermaga Moveable Bridge (MB) dermaga IV Merak-Bakauheni.

"Alhamdullilah, pembangunan dermaga IV Merak dan Bakauheni telah rampung tepat waktu dalam satu tahun. proyek pembangunan dermaga IV Merak-Bakauheni senilai Rp 379 miliar ini dibangun oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk," katanya.

Menurutnya, Dermaga IV Merak dengan tipe Breasting Dolphin, memiliki panjang 120 meter dengan pola sandar buritan mampu disandari kapal ukuran 6000-10.000 GRT. Sementara untuk dermaga Bakauheni, dengan tipe Quay Wall, panjang 150 meter dengan pola sandar haluan juga mampu disandari kapal ukuran 6000-10.000 GRT.

"Keberadaan dermaga IV di Merak dan Bakauheni dengan asumsi masing-masing dapat disandari oleh lima kapal, akan menambah kapasitas minimal 4 trip kapal per 24 jam atau 20 trip per dermaga dari satu sisi. Sehingga kini total kapasitas trip di pelabuhan menjadi rata-rata maksimal 140 trip dari total 7 dermaga yang beroperasi per 24 jam," ujarnya.

Ira menambahkan, Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi salah satu prasarana vital dan penting dalam roda perekonomian di Tanah Air karena menghubungkan dua pulau besar yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi lintasan tersibuk yang dikelola ASDP dengan total sekitar 60 kapal yang stand by beroperasi di lintasan ini.

"Diharapkan dermaga IV Merak-Bakauheni ini dapat meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintasan tersibuk ini. Dalam waktu dekat, dermaga ini dapat mendukung operasional layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang," harapanya. (Sari).