Teguh : "Munaslub Golkar Pendidikan Politik yang Baik"

Senin | 09 Mei 2016 | 08:33:31 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,-Keberhasilan Golkar melewati konflik internal yang terjadi dua tahun belakangan ini patut disyukuri. Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang akan digelar pertengahan Mei 2016 ini dipercaya sebagai jalan keluar yang elegan bagi partai berlambang beringin itu.

Demikian antara lain disampaikan Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL, Teguh Santosa, ketika memberikan sambutan dalam diskusi Front Page bertema "Jalan Panjang Rekonsiliasi Golkar" yang diselenggarakan di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta. Minggu, (8/5).

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Golkar karena berhasil mengatasi konflik dan sudah memilih Munaslub sebagai jalan rekonsiliasi", kata Teguh Santosa yang juga dosen di FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

"Ini kembali membuktikan bahwa Golkar adalah partai yang besar, dan memiliki mekanisme yang baik dalam menyelesaikan konflik. Juga membuktikan kebesaran jiwa anggota dan kader partai. Ini pendidikan politik yang baik", sambung Teguh Santosa.

Dalam diskusi yang dimoderatori Faisal Mahrawa itu, pengamat politik Hendri Satrio dari KedaiKOPI tampil sebagai pembahas. Tiga politisi Golkar dari kalangan muda hadir sebagai pembicara. Mereka adalah salah seorang calon ketua umum Partai Golkar Aziz Syamsuddin, Ahmad Doli Kurnia dan Khalid Zabidi. Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu juga hadir untuk memberikan pandangan-pandangan.

Teguh Santosa yang juga Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kini tengah mengikuti beauty contest atau penjaringan calon gubernur DKI Jakarta di sejumlah partai politik.

Dalam pembukaan sambutannya, Teguh mengatakan, penyelenggara sengaja mengundang pembicara dari kalangan muda.

"Setahu saya panitia sengaja mengundang anak-anak muda, karena ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia membutuhkan anak muda. Begitu juga Jakarta, butuh anak muda", ujarnya disambut tawa para pembicara dan awak media yang meliput jalannya diskusi. (nie)